Kementerian Perdagangan (Kemendag)
mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memanfaatkan
teknologi guna memasarkan produk.
"Dunia digital harus dilihat sebagai peluang untuk memasarkan
produk UKM yang mutunya baik," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian Perdagangan Sri Agustina di Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Saat menjadi pembicara dalam seminar tentang peningkatan
kinerja ekonomi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Agustina
mengatakan penguasaan teknologi pemasaran penting untuk menghadapi
perdagangan bebas. Apalagi, memasuki era Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) yang akan digelar pada 2015 menurutnya menjadi peluang bagi
pelaku UKM untuk mengembangkan strategi pemasaran.
Sri mengatakan bahwa dari 50 juta UKM di Tanah Air baru 75 ribu yang menggunakan teknologi informasi untuk memasarkan produk.
"Sedikit sekali yang menjual produk mereka secara online. Padahal, di era teknologi informasi transaksi bisnis lewat internet terus meningkat," katanya.
Kemendag, tambahnya, sudah mendorong UKM untuk memanfaatkan
teknologi dalam pemasaran produk mereka. Salah satunya memberi pelatihan
membuat situs dan mendaftarkan mereka menjadi anggota asosiasi pedagang
eleketronik. Selain itu, Kemendag juga membuka ruang
konsultasi usaha yang diluncurkan sebulan lalu untuk membantu pengusaha,
terutama UKM untuk mengembangkan bisnis.
"Sambutannya cukup menggembirakan. Baru sebulan sudah 300 pelaku usaha yang memanfaatkan program konsultasi usaha ini," katanya.
Ruang konsultasi usaha tersebut, kata dia, juga disediakan dalam bentuk online sehingga pelaku usaha lebih mudah mengakses fasilitas tersebut. Sebagian besar pelaku usaha mempertanyakan tentang regulasi dalam perdagangan dan teknis lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri
Indonesia Bidang Koordinasi Asosiasi Noke Kiroyan mengatakan rapat
koordinasi nasional tersebut untuk membahas peran asosiasi bisnis
meningkatkan perekonomian nasional.
"Kami mengundang pengurus dari 180 asosiasi bisnis membahas
sinergitas untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional, termasuk
sektor UKM," katanya.
Source : Warta Ekonomi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar