1 Kane friend chicken
2. Bon delice
3. Sop durian durio
4. Hazna hijab
5. Tahu jeletot taisi
6. Royal tea roci
Minggu, 26 Oktober 2014
Jasa loundry yang menguntungkan
Usaha cuci pakaian merupakan usaha yang bisa dilakukan semua pelaku usaha, hanya berbekal mesin cuci, setrika, sabun cuci dan pewangi maka usaha ini siap dilaksanakan di rumah sambil mengasuh anak.
Banyak yang mencoba melakukan usaha ini dan berhasil ini dikarenakan antara permintaan akan jasa cuci terus melimpah sedangkan pelaku usaha masih kurang.
Inovasi-inovasi semakin berkembang jasa loundry yang dilakukan oleh kebanyakan pelaku.
Banyak yang mencoba melakukan usaha ini dan berhasil ini dikarenakan antara permintaan akan jasa cuci terus melimpah sedangkan pelaku usaha masih kurang.
Inovasi-inovasi semakin berkembang jasa loundry yang dilakukan oleh kebanyakan pelaku.
Peluang usaha sektor makanan berbahan terigu
Kue semprit
kue yang satu ini menjadi idaman dikala hari raya idul fitri, rasa yang khas dan bentuk yang khas pula menjadikan kue ini pas disajikan diatas meja ruang tamu.
Camilan tradisional yang masih eksis dan disukai hingga sekarang.
Mau tahu cara pembuatannya, mari kita mencoba praktekkan.
bahan :
200 gram mentega
150 gram gula halus
2 buah kuning telur
1/4 sdt vanili
380 gram tepung terigu protein sedang
40 gram tepung maizena
100 gram kismis, dibelah dua
1 buah telur putih
cara membuat :
rendam kismis di dalam putih telur, sisihkan. Campur tepung terigu dan maizena, aduk rata, ayak sisihkan. Campur mentega,gula halus, kuning telur dan vanili, kocok hingga lembut. tambahkan campuran tepung terigu sedikit demi sedikit, aduk rata
Ambil adonan secukupnya, lalu cetak di atas loyang yang sudah diolesi margarin dengan menggunakan cetakan kue semprit. Beri potongan kismis ditengahnya. Panggang kue semprit didalam oven bersuhu 170 derajat celcius selama 20 menit.
Keluarkan, lalu biarkan hingga dingin.
Simpan kue semprit didalam toples kedap udara.
Camilan tradisional yang masih eksis dan disukai hingga sekarang.
Mau tahu cara pembuatannya, mari kita mencoba praktekkan.
bahan :
200 gram mentega
150 gram gula halus
2 buah kuning telur
1/4 sdt vanili
380 gram tepung terigu protein sedang
40 gram tepung maizena
100 gram kismis, dibelah dua
1 buah telur putih
cara membuat :
rendam kismis di dalam putih telur, sisihkan. Campur tepung terigu dan maizena, aduk rata, ayak sisihkan. Campur mentega,gula halus, kuning telur dan vanili, kocok hingga lembut. tambahkan campuran tepung terigu sedikit demi sedikit, aduk rata
Ambil adonan secukupnya, lalu cetak di atas loyang yang sudah diolesi margarin dengan menggunakan cetakan kue semprit. Beri potongan kismis ditengahnya. Panggang kue semprit didalam oven bersuhu 170 derajat celcius selama 20 menit.
Keluarkan, lalu biarkan hingga dingin.
Simpan kue semprit didalam toples kedap udara.
Koperasi bukan sekedar untuk berhutang
banyak cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi pasar bebas 2015 diantaranya cara efektif dan kreatif bagaimana koperasi bukan sekedar untuk tempat berhutang.
Mindset koperasi tempat berhutang harus dirubah.
Proses awal yang bisa dilakukan pemerintah adalah bagaimana pelaku Koperasi memahami arti persaingan, pemberian pemahaman global dilakukan lewat pelatihan, sosialisasi, pertemuan dan sejenisnya.
Proses kedua adalah mempersiapkan skill dan SDM yang distandarkan bila perlu dengan standar internsional.
Source. majalah Gapura
Mindset koperasi tempat berhutang harus dirubah.
Proses awal yang bisa dilakukan pemerintah adalah bagaimana pelaku Koperasi memahami arti persaingan, pemberian pemahaman global dilakukan lewat pelatihan, sosialisasi, pertemuan dan sejenisnya.
Proses kedua adalah mempersiapkan skill dan SDM yang distandarkan bila perlu dengan standar internsional.
Source. majalah Gapura
RAT agar dilaksanakan
merujuk surat dinas koperasi dan ukm surabaya agar melaksanakan RAT dan bila ada permasalahan tentang hal tersebut, bisa dikonsultasikan dengan hotline 031-8290549
Hipmi: UKM Butuh Pendampingan Guna Hadapi AEC 2015
Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (Hipmi) Cabang Surabaya menilai pelaku usaha kecil menengah
(UKM) membutuhkan berbagai upaya pendampingan guna menghadapi ASEAN Economy Community (AEC) 2015.
"Beragam upaya ini telah masuk dalam program kerja Hipmi Surabaya periode 2013-2014," kata Ketua Hipmi Surabaya Abdul Ghafur di Surabaya, Senin (18/8/2014).
Menurut dia, pendampingan tersebut dilakukan mengingat sebagian besar dari kalangan UKM di Surabaya belum mampu dan siap untuk bersaing dengan pelaku usaha serupa dari luar negeri.
"Salah satu upaya itu kami realisasi dengan memberikan akses permodalan, pengetahuan, dan pasar atau 3P," ujarnya.
Ia optimis bahwa melalui 3P akselerasi UKM untuk bisa bersaing dan naik kelas di pasar internasional menjadi lebih mudah. Apalagi, tahun 2015 tinggal beberapa bulan mendatang.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, AEC 2015 akan datang. Idealnya hal itu dijadikan momentum dan ajang. Jangan menjadi hal yang menakutkan," katanya.
Meski begitu, tambah dia, upaya pendampingan tersebut juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui berbagai program yang dilakukan. Selain itu, kerja sama serupa juga direalisasi dengan BizComm Internasional, Program Manajemen UK Petra, dan PERMIT Jatim untuk menggelar seminar dengan tema AEC 2015: Opportunities and Challenges yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu.
"Pada seminar tersebut ada sejumlah pembicara ikut hadir. Mereka ada yang berasal dari Malaysia, Jepang, Filipina, dan tentunya Indonesia untuk berbagi dengan para pengusaha Surabaya," katanya.
Sementara itu, lanjut dia, BizComm merupakan komunitas wirausahawan yang ingin bergerak di sektor sosial dan lingkungan. Pada seminar itu beberapa tema yang dibahas misalnya Perspektif Pengusaha, Perusahaan, dan Investor di Negara Masing-masing dalam Menghadapi AEC 2015.
"Ada pula tema Kompetitif Indonesia, Kesiapan Pengusaha dan Perusahaan, dan Harapan Para Pengusaha pada Peran Pemerintah dalam Menghadapi AEC 2015," katanya
Source : Warta Ekonomi
"Beragam upaya ini telah masuk dalam program kerja Hipmi Surabaya periode 2013-2014," kata Ketua Hipmi Surabaya Abdul Ghafur di Surabaya, Senin (18/8/2014).
Menurut dia, pendampingan tersebut dilakukan mengingat sebagian besar dari kalangan UKM di Surabaya belum mampu dan siap untuk bersaing dengan pelaku usaha serupa dari luar negeri.
"Salah satu upaya itu kami realisasi dengan memberikan akses permodalan, pengetahuan, dan pasar atau 3P," ujarnya.
Ia optimis bahwa melalui 3P akselerasi UKM untuk bisa bersaing dan naik kelas di pasar internasional menjadi lebih mudah. Apalagi, tahun 2015 tinggal beberapa bulan mendatang.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, AEC 2015 akan datang. Idealnya hal itu dijadikan momentum dan ajang. Jangan menjadi hal yang menakutkan," katanya.
Meski begitu, tambah dia, upaya pendampingan tersebut juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui berbagai program yang dilakukan. Selain itu, kerja sama serupa juga direalisasi dengan BizComm Internasional, Program Manajemen UK Petra, dan PERMIT Jatim untuk menggelar seminar dengan tema AEC 2015: Opportunities and Challenges yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu.
"Pada seminar tersebut ada sejumlah pembicara ikut hadir. Mereka ada yang berasal dari Malaysia, Jepang, Filipina, dan tentunya Indonesia untuk berbagi dengan para pengusaha Surabaya," katanya.
Sementara itu, lanjut dia, BizComm merupakan komunitas wirausahawan yang ingin bergerak di sektor sosial dan lingkungan. Pada seminar itu beberapa tema yang dibahas misalnya Perspektif Pengusaha, Perusahaan, dan Investor di Negara Masing-masing dalam Menghadapi AEC 2015.
"Ada pula tema Kompetitif Indonesia, Kesiapan Pengusaha dan Perusahaan, dan Harapan Para Pengusaha pada Peran Pemerintah dalam Menghadapi AEC 2015," katanya
Source : Warta Ekonomi
Dorong UKM manfaatkan teknologi pemasaran
Kementerian Perdagangan (Kemendag)
mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memanfaatkan
teknologi guna memasarkan produk.
"Dunia digital harus dilihat sebagai peluang untuk memasarkan produk UKM yang mutunya baik," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Sri Agustina di Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Saat menjadi pembicara dalam seminar tentang peningkatan kinerja ekonomi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Agustina mengatakan penguasaan teknologi pemasaran penting untuk menghadapi perdagangan bebas. Apalagi, memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan digelar pada 2015 menurutnya menjadi peluang bagi pelaku UKM untuk mengembangkan strategi pemasaran.
Sri mengatakan bahwa dari 50 juta UKM di Tanah Air baru 75 ribu yang menggunakan teknologi informasi untuk memasarkan produk.
"Sedikit sekali yang menjual produk mereka secara online. Padahal, di era teknologi informasi transaksi bisnis lewat internet terus meningkat," katanya.
Kemendag, tambahnya, sudah mendorong UKM untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produk mereka. Salah satunya memberi pelatihan membuat situs dan mendaftarkan mereka menjadi anggota asosiasi pedagang eleketronik. Selain itu, Kemendag juga membuka ruang konsultasi usaha yang diluncurkan sebulan lalu untuk membantu pengusaha, terutama UKM untuk mengembangkan bisnis.
"Sambutannya cukup menggembirakan. Baru sebulan sudah 300 pelaku usaha yang memanfaatkan program konsultasi usaha ini," katanya.
Ruang konsultasi usaha tersebut, kata dia, juga disediakan dalam bentuk online sehingga pelaku usaha lebih mudah mengakses fasilitas tersebut. Sebagian besar pelaku usaha mempertanyakan tentang regulasi dalam perdagangan dan teknis lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Koordinasi Asosiasi Noke Kiroyan mengatakan rapat koordinasi nasional tersebut untuk membahas peran asosiasi bisnis meningkatkan perekonomian nasional.
"Kami mengundang pengurus dari 180 asosiasi bisnis membahas sinergitas untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional, termasuk sektor UKM," katanya.
Source : Warta Ekonomi
"Dunia digital harus dilihat sebagai peluang untuk memasarkan produk UKM yang mutunya baik," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Sri Agustina di Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Saat menjadi pembicara dalam seminar tentang peningkatan kinerja ekonomi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Agustina mengatakan penguasaan teknologi pemasaran penting untuk menghadapi perdagangan bebas. Apalagi, memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan digelar pada 2015 menurutnya menjadi peluang bagi pelaku UKM untuk mengembangkan strategi pemasaran.
Sri mengatakan bahwa dari 50 juta UKM di Tanah Air baru 75 ribu yang menggunakan teknologi informasi untuk memasarkan produk.
"Sedikit sekali yang menjual produk mereka secara online. Padahal, di era teknologi informasi transaksi bisnis lewat internet terus meningkat," katanya.
Kemendag, tambahnya, sudah mendorong UKM untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produk mereka. Salah satunya memberi pelatihan membuat situs dan mendaftarkan mereka menjadi anggota asosiasi pedagang eleketronik. Selain itu, Kemendag juga membuka ruang konsultasi usaha yang diluncurkan sebulan lalu untuk membantu pengusaha, terutama UKM untuk mengembangkan bisnis.
"Sambutannya cukup menggembirakan. Baru sebulan sudah 300 pelaku usaha yang memanfaatkan program konsultasi usaha ini," katanya.
Ruang konsultasi usaha tersebut, kata dia, juga disediakan dalam bentuk online sehingga pelaku usaha lebih mudah mengakses fasilitas tersebut. Sebagian besar pelaku usaha mempertanyakan tentang regulasi dalam perdagangan dan teknis lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Koordinasi Asosiasi Noke Kiroyan mengatakan rapat koordinasi nasional tersebut untuk membahas peran asosiasi bisnis meningkatkan perekonomian nasional.
"Kami mengundang pengurus dari 180 asosiasi bisnis membahas sinergitas untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional, termasuk sektor UKM," katanya.
Source : Warta Ekonomi
UKM Indonesia peringkat 5 di Asean
"kebijakan kita lemah dalam hal mendorong terbentuknya asosiasi UKM yang bisa mempresentasikan kepentingan UKM" kata Deputi bidang sumber daya UKM kementerian koperasi dan UKM Meliadi Sembiring.
Indonesia juga masih kalah dibandingkan negara tetangga dalam kebijakan perluasan pasar internasional.
Sesuai indek, Indonesia unggul dalam frame work institusi dimana indonesia dinilai telah memiliki keinginan yang seragam dalam melibatkan UKM dalam program dan kebijakan pemerintah. kebijakan akses terhadap
Negara yang berada dibawah indonesia adalah Brunei, Vietnam, laos, myanmar dan kamboja.
Source : warta ekonomi
Indonesia juga masih kalah dibandingkan negara tetangga dalam kebijakan perluasan pasar internasional.
Sesuai indek, Indonesia unggul dalam frame work institusi dimana indonesia dinilai telah memiliki keinginan yang seragam dalam melibatkan UKM dalam program dan kebijakan pemerintah. kebijakan akses terhadap
Negara yang berada dibawah indonesia adalah Brunei, Vietnam, laos, myanmar dan kamboja.
Source : warta ekonomi
Jumat, 24 Oktober 2014
Karena AFTA, pemkot Surabaya percepat sertifikasi
SURABAYA–UMKMNEWS
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap memfasilitasi pengajuan sertifikasi merek dagang para usaha kecil dan menengah (UKM. Ditargetkan ada 380 merek baru tahun ini yang terdaftar sebelum memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, pemerintah kota Surabaya telah menyiapkan dana dari APBD untuk menfasilitasi pendaftaran merek dagang produk UKM tersebut.
“Semuanya gratis dan hanya membawa proposal usaha dan fotocopy KTP. Kami lalukan ini untuk memproteksi produk-produk asli Surabaya supaya tidak ditiru oleh negara lain,” katanya dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (8/10).
Dijelaskannya, sejak 2010 pemkot sudah merealisasikan pendaftaran merek dagang hingga 400 merek. Sementara, target tahun ini, tercatat sudah terdaftar sekitar 178 merek dan sisanya akan dikejar di akhir tahun ini. Pada 2015 mendatang, pemkot Surabaya menargetkan ada 1.000 merek UKM yang terdaftar.
Sekadar diketahui, dari 400 merek tersebut, sekitar 60% merupakan usaha di bidang kerajinan, 20% bidang fashion dan lifestyle dan 30% adalah produk-produk makanan dan minuman. Fasilitas pendaftaran merek tersebut diperuntukan bagi industri skala kecil yang memiliki modal usaha Rp 50 juta hingga Rp 500 juta, dan skala menengah bermodal usaha Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar.
Menurutnya, pada umumnya untuk mendaftarkan merek dagang, pengusaha harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2 juta, sedangkan untuk produk bersertifikasi halal dari MUI yakni sekitar Rp 2,8 juta. “Proses sertifikasi merek ini biasanya butuh waktu satu tahun sembilan bulan, tapi melalui dinas kami usahakan hanya butuh waktu sekitar sebulan, mulai daftar, disetorkan ke Dirjen HKI hingga suratnya keluar,” urainya.
Rata-rata, lanjut Widodo memaparkan, pertumbuhan UKM di Surabaya mencapai 35-40% tiap tahunnya. Hal tersebut berdasarkan data Disperdag Kota Surabaya tercatat ada 1.282 unit usaha kecil dan menengah. “Orang Surabaya cukup kreatif menciptakan produk-produk usaha dengan beragam inovasi. Hal ini lah yang membuat pertumbuhan UKM itu sangat tinggi pertahunnya, tetapi kalau tidak diproteksi bisa merugikan apalagi sampai ditiru,” tukasnya.
Senada dengan Widodo, Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi dan Profesi (BKSP) Jatim, Setiyo Agustiono mengatakan, Indonesia selalu terlibat didalam perkembangan negara ASEAN untuk menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)/Asean Economy Community (AEC) yang kuat dan mandiri serta mengacu pada semboyan “ASEAN Community in a Global Community of Nations”.
“Ini merupakan langkah yang tepat, karena sertifikasi ini sangatlah penting dalam persaingan usaha maupun bisnis dengan negara-negara lain. Apalagi, sebentar lagi MEA masuk Indonesia dan tinggal menghitung bulan saja,” ujarnya saat dihubungi di Surabaya, Kamis (9/10).
Menurutnya, pada tahun 2015 mendatang, Sepuluh Ekonom Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mewujudkan MEA, guna menciptakan sebuah pasar tunggal berbasis produksi yang sangat kompetitif yang mendorong pembangunan ekonomi yang adil bagi seluruh negara anggota, serta memfasilitasi integrasi dengan masyarakat global.
“Indonesia sebagai bagian dari masyarakat ASEAN sedang bersiap untuk menghadapi pasar tunggal (AEC) di tahun 2015 yang sudah di depan mata. Tidak ada pilihan selain bersiap diri menghadapinya. Pasar tunggal AEC di tahun 2015, antara lain liberalisasi perdagangan jasa,” jelasnya. (Lana)
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap memfasilitasi pengajuan sertifikasi merek dagang para usaha kecil dan menengah (UKM. Ditargetkan ada 380 merek baru tahun ini yang terdaftar sebelum memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, pemerintah kota Surabaya telah menyiapkan dana dari APBD untuk menfasilitasi pendaftaran merek dagang produk UKM tersebut.
“Semuanya gratis dan hanya membawa proposal usaha dan fotocopy KTP. Kami lalukan ini untuk memproteksi produk-produk asli Surabaya supaya tidak ditiru oleh negara lain,” katanya dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (8/10).
Dijelaskannya, sejak 2010 pemkot sudah merealisasikan pendaftaran merek dagang hingga 400 merek. Sementara, target tahun ini, tercatat sudah terdaftar sekitar 178 merek dan sisanya akan dikejar di akhir tahun ini. Pada 2015 mendatang, pemkot Surabaya menargetkan ada 1.000 merek UKM yang terdaftar.
Sekadar diketahui, dari 400 merek tersebut, sekitar 60% merupakan usaha di bidang kerajinan, 20% bidang fashion dan lifestyle dan 30% adalah produk-produk makanan dan minuman. Fasilitas pendaftaran merek tersebut diperuntukan bagi industri skala kecil yang memiliki modal usaha Rp 50 juta hingga Rp 500 juta, dan skala menengah bermodal usaha Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar.
Menurutnya, pada umumnya untuk mendaftarkan merek dagang, pengusaha harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2 juta, sedangkan untuk produk bersertifikasi halal dari MUI yakni sekitar Rp 2,8 juta. “Proses sertifikasi merek ini biasanya butuh waktu satu tahun sembilan bulan, tapi melalui dinas kami usahakan hanya butuh waktu sekitar sebulan, mulai daftar, disetorkan ke Dirjen HKI hingga suratnya keluar,” urainya.
Rata-rata, lanjut Widodo memaparkan, pertumbuhan UKM di Surabaya mencapai 35-40% tiap tahunnya. Hal tersebut berdasarkan data Disperdag Kota Surabaya tercatat ada 1.282 unit usaha kecil dan menengah. “Orang Surabaya cukup kreatif menciptakan produk-produk usaha dengan beragam inovasi. Hal ini lah yang membuat pertumbuhan UKM itu sangat tinggi pertahunnya, tetapi kalau tidak diproteksi bisa merugikan apalagi sampai ditiru,” tukasnya.
Senada dengan Widodo, Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi dan Profesi (BKSP) Jatim, Setiyo Agustiono mengatakan, Indonesia selalu terlibat didalam perkembangan negara ASEAN untuk menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)/Asean Economy Community (AEC) yang kuat dan mandiri serta mengacu pada semboyan “ASEAN Community in a Global Community of Nations”.
“Ini merupakan langkah yang tepat, karena sertifikasi ini sangatlah penting dalam persaingan usaha maupun bisnis dengan negara-negara lain. Apalagi, sebentar lagi MEA masuk Indonesia dan tinggal menghitung bulan saja,” ujarnya saat dihubungi di Surabaya, Kamis (9/10).
Menurutnya, pada tahun 2015 mendatang, Sepuluh Ekonom Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mewujudkan MEA, guna menciptakan sebuah pasar tunggal berbasis produksi yang sangat kompetitif yang mendorong pembangunan ekonomi yang adil bagi seluruh negara anggota, serta memfasilitasi integrasi dengan masyarakat global.
“Indonesia sebagai bagian dari masyarakat ASEAN sedang bersiap untuk menghadapi pasar tunggal (AEC) di tahun 2015 yang sudah di depan mata. Tidak ada pilihan selain bersiap diri menghadapinya. Pasar tunggal AEC di tahun 2015, antara lain liberalisasi perdagangan jasa,” jelasnya. (Lana)
Kain Flanel
Kain flanel merupakan bahan kain yang lembut dan murah, sehingga banyak pelaku UKM yang banyak menggunakan bahan tersebut.
Dengan kreatifitas dan ide yang ada, kain flanel disulap menjadi asesoris yang menarik dan berpenampilan yang elegan. memang bahan tersbut merupakan pilihan utama untuk dijadikan pernak-pernik
Flanel berasal dari jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan sistem pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis. Kelebihan kain flanel ini adalah mudah dibentuk dan pada proses penjahitan tidak perlu dilipat seperti kain biasa.
Ada macam kain flanel yaitu polos dan bercorak dan biasanya flanel bercorak harganya lebih mahal.
Ada pula kain flanel berjenis Zephyr yaitu kain flanel dengan corak biasa tetapi dicampur bahan sutera.
Banyak sekali cara untuk membuat asesoris dari flanel ini bahkan ada kursus ketrampilan yang mengkhususkan bahan dari flanel
Dengan kreatifitas dan ide yang ada, kain flanel disulap menjadi asesoris yang menarik dan berpenampilan yang elegan. memang bahan tersbut merupakan pilihan utama untuk dijadikan pernak-pernik
Flanel berasal dari jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan sistem pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis. Kelebihan kain flanel ini adalah mudah dibentuk dan pada proses penjahitan tidak perlu dilipat seperti kain biasa.
Ada macam kain flanel yaitu polos dan bercorak dan biasanya flanel bercorak harganya lebih mahal.
Ada pula kain flanel berjenis Zephyr yaitu kain flanel dengan corak biasa tetapi dicampur bahan sutera.
Banyak sekali cara untuk membuat asesoris dari flanel ini bahkan ada kursus ketrampilan yang mengkhususkan bahan dari flanel
Daya Tarik Asesoris
Aneka macam asesoris perlengkapan orang telah berkembang semakin maju dan pesat, ini dikarenakan asesoris merupakan kebutuhan sekunder yang dipakai guna mendongkrak gaya penampilan seseorang bahkan menunjukkan harkat martabat bagi yang mempercayainya.
Asesoris dapat dibagi dari beberapa kegunaan :
1. untuk pernikahan
2. untuk ulang tahun
3. untuk mempercantik penampilan
4. perlengkapan suatu acara.
Bagi seorang wanita aneka asesoris merupakan hal yang perlu dikenakan itu sudah kodrat manusia yang ingin tampil lebih baik dan tampil beda, sehingga perkembangan asesoris bagi kaum wanita sangat banyak dan beragam modelnya, dari penampilan yang klasik sampai yang up to date.
Kebutuhan suatu asesoris tidak akan berhenti sampai disini saja bahkan perkembangannya akan melampaui dari yang diperkirakan.
Banyak pelaku UKM yang mengambil keuntungan dalam usaha ini, ide kreatif mereka seakan berkembang mengikuti trend yang ada sehingga peluang usaha pun semakin terbuka.
Asesoris dapat dibagi dari beberapa kegunaan :
1. untuk pernikahan
2. untuk ulang tahun
3. untuk mempercantik penampilan
4. perlengkapan suatu acara.
Bagi seorang wanita aneka asesoris merupakan hal yang perlu dikenakan itu sudah kodrat manusia yang ingin tampil lebih baik dan tampil beda, sehingga perkembangan asesoris bagi kaum wanita sangat banyak dan beragam modelnya, dari penampilan yang klasik sampai yang up to date.
Kebutuhan suatu asesoris tidak akan berhenti sampai disini saja bahkan perkembangannya akan melampaui dari yang diperkirakan.
Banyak pelaku UKM yang mengambil keuntungan dalam usaha ini, ide kreatif mereka seakan berkembang mengikuti trend yang ada sehingga peluang usaha pun semakin terbuka.
Daya tarik makanan kemasan
Dijaman sekarang semua produk makanan dan minuman sudah memakai beragam kemasan agar terlihat menarik dan daya pikat untuk dibeli, kemasan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi untuk dapat meningkatkan daya beli suatu produk.
Mengemas suatu produk gampang-gampang susah juga tergantung dari kondisi tertentu ato berhubungan dengan suatu kegiatan dalam satu promosi, misalnya produk makanan anak kecil harusnya kemasannya juga berhubungan dengan simbol-simbol anak kecil begitu juga suatu produk yang dikhususkan dalam event tertentu juga harus disesuaikan sehingga produk yang dikemas agar dapat menjadi target penjualan.
Untuk itu ide kreatif dalam kemas mengemas haruslah paling tidak dikonsultasikan kepada para ahli pengemasan minimal orang yang pengalaman dalam hal tersebut.
tak terkecuali para pelaku UKM - pengemasan merupakan brand agar menarik simpati untuk menyukai produk yang ditawarkan.
Perlu juga untuk melihat dan mengamati suatu kemasan suatu produk agar kita dapat memberikan gambaran dan cara yang paling sederhana untuk dapat menjadikan suatu brand yang mudah dikenal oleh pelaku usaha.
Mengemas suatu produk gampang-gampang susah juga tergantung dari kondisi tertentu ato berhubungan dengan suatu kegiatan dalam satu promosi, misalnya produk makanan anak kecil harusnya kemasannya juga berhubungan dengan simbol-simbol anak kecil begitu juga suatu produk yang dikhususkan dalam event tertentu juga harus disesuaikan sehingga produk yang dikemas agar dapat menjadi target penjualan.
Untuk itu ide kreatif dalam kemas mengemas haruslah paling tidak dikonsultasikan kepada para ahli pengemasan minimal orang yang pengalaman dalam hal tersebut.
tak terkecuali para pelaku UKM - pengemasan merupakan brand agar menarik simpati untuk menyukai produk yang ditawarkan.
Perlu juga untuk melihat dan mengamati suatu kemasan suatu produk agar kita dapat memberikan gambaran dan cara yang paling sederhana untuk dapat menjadikan suatu brand yang mudah dikenal oleh pelaku usaha.
Sambel Uleg
Sekarang ini yang namanya sambel uleg sudah menjadi tren, ketika kita berjalan-jalan mendapati banyaknya pedagang makanan baik yang berupa depot maupun PKL sudah tidak asing lagi yang namanya penyetan baik itu penyetan tempe,lele,bandeng,telor,tahu dan lain-lain.
Sambel uleg dahulu ketika saya masih kecil merupakan makanan tambahan dikala orang tua tidak mempunyai uang, dengan sambel uleg makanan tambah menjadi nikmat apalagi ditambah dengan lalapan seperti mentimun,daun kangkung,kobis dll.
adapun bahan-bahan sambel uleg yang biasa saya nikmati adalah :
- terasi udang ebi
- cabe kecil & besar
- garam dan gula secukupnya
- bawang merah
- tomat
bahan-bahan semuanya kecuali garam & gula digoreng dengan minyak sedikit, setelah dirasa cukup matang lalu di uleg di cowek....dan akhirnya siap disantap, tambahannya tergantung selera bisa ikan lele,bandeng,patin dll ato dicampur tahu,tempe,telor dll.
demikian sekilas makanan yang bernama Penyetan + sambelnya..........
Sambel uleg dahulu ketika saya masih kecil merupakan makanan tambahan dikala orang tua tidak mempunyai uang, dengan sambel uleg makanan tambah menjadi nikmat apalagi ditambah dengan lalapan seperti mentimun,daun kangkung,kobis dll.
adapun bahan-bahan sambel uleg yang biasa saya nikmati adalah :
- terasi udang ebi
- cabe kecil & besar
- garam dan gula secukupnya
- bawang merah
- tomat
bahan-bahan semuanya kecuali garam & gula digoreng dengan minyak sedikit, setelah dirasa cukup matang lalu di uleg di cowek....dan akhirnya siap disantap, tambahannya tergantung selera bisa ikan lele,bandeng,patin dll ato dicampur tahu,tempe,telor dll.
demikian sekilas makanan yang bernama Penyetan + sambelnya..........
Senin, 20 Oktober 2014
Ketidaksiapan SDM Indonesia
Kalau mau jujur, tidak perlu kita mempertanyakan kesiapan menyambut AFTA, siap atau tidak siap kita pasti akan menghadapi era perdagangan bebas.
namun apabila kita melihat dengan telanjang dilapangan maka jawabannya adalah : Indonesia tidak siap !!!, mengapa ? karena Indonesia belum memiliki modal yang menjanjikan agar cukup dikatakan "siap". Indonesia masih banyak PR yang belum diselesaikan.
Pembenahan SDM
Meski AFTA 2015, merupakan ‘buah simalakama’ yang dipaksakan/dijejalkan ke dalam mulut seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk dimakan. Mau tidak makan juga mati, mau makan juga mati. Siap tidak siap harus siap. Bagaimana caranya untuk siap, ketika AFTA 2015, sepertinya masih berupa sebuah euforia bagi pemerintah, baik Pemda dan pusat yang saat ini sepertinya masih tidur pulas dan kurang tanggap untuk mempersiapkan masyarakatnya agar menjadi lebih siap dalam berbagai aspek untuk menghadapi semua tantangan ini untuk dijadikan peluang menjadi lebih sejahtera dan bermartabat di pentas Asia?
Diwaktu yang semakin sempit ini, ada banyak hal penting yang bisa membuat Indonesia bisa bertahan, atau bahkan bisa memanfaatkan AFTA 2015 untuk kemajuan bangsa ini. Tentunya dengan harapan pemerintah memahami prioritas masalah yang harus diselesaikan dan kekurangan yang perlu ditingkatkan. Nah, prioritas pemerintah saat ini maupun pemerintah yang terpilih pasca pilpres 9 Juli 2014 nanti, yaitu memfokuskan perhatian dalam pembenahan SDM melalui perbaikan pendidikan di Indonesia yang harus mendukung daya saing dan dayaguna agar lulusan yang dihasilkan bisa bekerja dan bersaing di perusahaan atau industri tidak hanya di Indonesia tetapi juga negara lain.
Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kompetensi, pola pikir adalah aspek penting yang perlu diperhatikan. Pola pikir tenaga kerja maupun calon tenaga kerja harus mulai disesuaikan dengan tren abad ke-21, antara lain: pembelajaran yang mendorong manusia untuk mencari tahu dari berbagai sumber observasi; pembelajaran yang diarahkan untuk mampu merumuskan masalah, bukan hanya menjawab masalah; pembelajaran yang diarahkan untuk melatih berfikir analitis dan bukan berfikir mekanistis, serta pembelajaran yang menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Hal ini harus sudah mulai dibentuk sejak memasuki dunia pendidikan tingkat tinggi seperti SMA dan PerguruanTinggi.
Yang kedua, masalah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kalah saing dengan industri dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Ini membuat para pelaku UKM di Indonesia merasa terancam. Maka dalam hal ini, pemerintah harus turun tangan membantu. Pemerintah bisa membantu dengan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memberikan kredit usaha bagi pengusaha UKM. Yang terakhir, Pemerintah harus menerapkan aturan agar kepentingan warga dan kepentingan dari luar negeri tidak bersinggungan yang menyebabkan terjadinya masalah atau benturan di kemudian hari.
Akhirnya, penerapan perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara mulai 2015, sudah didepan mata. Siap ataupun tidak, kita tak bisa lari dari kenyataan.
Maka di waktu yang semakin sempit ini, marilah bekerja keras menyiapkan diri untuk menjadi pemenang dalam percaturan di kawasan Asia Tenggara.***
sumber: Drs. Riduan Siagian, SH,MH, MM adalah Dosen STIE Bisnis Indonesia dan GM Godrej
namun apabila kita melihat dengan telanjang dilapangan maka jawabannya adalah : Indonesia tidak siap !!!, mengapa ? karena Indonesia belum memiliki modal yang menjanjikan agar cukup dikatakan "siap". Indonesia masih banyak PR yang belum diselesaikan.
Pembenahan SDM
Meski AFTA 2015, merupakan ‘buah simalakama’ yang dipaksakan/dijejalkan ke dalam mulut seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk dimakan. Mau tidak makan juga mati, mau makan juga mati. Siap tidak siap harus siap. Bagaimana caranya untuk siap, ketika AFTA 2015, sepertinya masih berupa sebuah euforia bagi pemerintah, baik Pemda dan pusat yang saat ini sepertinya masih tidur pulas dan kurang tanggap untuk mempersiapkan masyarakatnya agar menjadi lebih siap dalam berbagai aspek untuk menghadapi semua tantangan ini untuk dijadikan peluang menjadi lebih sejahtera dan bermartabat di pentas Asia?
Diwaktu yang semakin sempit ini, ada banyak hal penting yang bisa membuat Indonesia bisa bertahan, atau bahkan bisa memanfaatkan AFTA 2015 untuk kemajuan bangsa ini. Tentunya dengan harapan pemerintah memahami prioritas masalah yang harus diselesaikan dan kekurangan yang perlu ditingkatkan. Nah, prioritas pemerintah saat ini maupun pemerintah yang terpilih pasca pilpres 9 Juli 2014 nanti, yaitu memfokuskan perhatian dalam pembenahan SDM melalui perbaikan pendidikan di Indonesia yang harus mendukung daya saing dan dayaguna agar lulusan yang dihasilkan bisa bekerja dan bersaing di perusahaan atau industri tidak hanya di Indonesia tetapi juga negara lain.
Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kompetensi, pola pikir adalah aspek penting yang perlu diperhatikan. Pola pikir tenaga kerja maupun calon tenaga kerja harus mulai disesuaikan dengan tren abad ke-21, antara lain: pembelajaran yang mendorong manusia untuk mencari tahu dari berbagai sumber observasi; pembelajaran yang diarahkan untuk mampu merumuskan masalah, bukan hanya menjawab masalah; pembelajaran yang diarahkan untuk melatih berfikir analitis dan bukan berfikir mekanistis, serta pembelajaran yang menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Hal ini harus sudah mulai dibentuk sejak memasuki dunia pendidikan tingkat tinggi seperti SMA dan PerguruanTinggi.
Yang kedua, masalah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kalah saing dengan industri dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Ini membuat para pelaku UKM di Indonesia merasa terancam. Maka dalam hal ini, pemerintah harus turun tangan membantu. Pemerintah bisa membantu dengan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memberikan kredit usaha bagi pengusaha UKM. Yang terakhir, Pemerintah harus menerapkan aturan agar kepentingan warga dan kepentingan dari luar negeri tidak bersinggungan yang menyebabkan terjadinya masalah atau benturan di kemudian hari.
Akhirnya, penerapan perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara mulai 2015, sudah didepan mata. Siap ataupun tidak, kita tak bisa lari dari kenyataan.
Maka di waktu yang semakin sempit ini, marilah bekerja keras menyiapkan diri untuk menjadi pemenang dalam percaturan di kawasan Asia Tenggara.***
sumber: Drs. Riduan Siagian, SH,MH, MM adalah Dosen STIE Bisnis Indonesia dan GM Godrej
AFTA, manfaat bagi pelaku UKM
ASEAN FREE TRADE AREA merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional. dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.
AFTA dibentuk di Singapura pada tahun 1992 ketika dilangsungkan konferensi tingkat tinggi ke IV Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.
produk yang dikategorikan dalam general exception adalah produk-produk yang secara permanen tidak dimasukkan dalam CEPTA-AFTA karena alasan keamanan nasional, keselamatan, kesehatan bagi manusia, binatang dan tumbuhan serta untuk melestarikan obyek-2 arkeologi dan budaya.
Indonesia mengkategorikan produk-2 senjata, amunisi, minuman beralkohol, dan 68 jenis sebagai pos tarif general exception.
Apalagi ditahun 2015 AFTA akan diberlakukan secara resmi dan itu menandakan bahwa para pelaku UKM haruslah mau tak mau akan berhadapan dengan produk-produk sejenis dengan pesaing yang ketat dari negara-negara Asean.
Pelaku UKM harus dan harus bekerja extra keras agar pangsa pasar bisa direbut dan dikuasai sampai di beberapa negara dan itu akan menaikkan daya saing bagi pasar internasional.
Bahwa pelaku UKM kita tumbuh secara signifikan memang benar namun kita harus terus berkreatif dan inovatif agar daya dobrak produk UKM kita dapat bertahan.
AFTA dibentuk di Singapura pada tahun 1992 ketika dilangsungkan konferensi tingkat tinggi ke IV Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.
produk yang dikategorikan dalam general exception adalah produk-produk yang secara permanen tidak dimasukkan dalam CEPTA-AFTA karena alasan keamanan nasional, keselamatan, kesehatan bagi manusia, binatang dan tumbuhan serta untuk melestarikan obyek-2 arkeologi dan budaya.
Indonesia mengkategorikan produk-2 senjata, amunisi, minuman beralkohol, dan 68 jenis sebagai pos tarif general exception.
GAMBARAN
UMUM AFTA
1.
Lahirnya AFTA
Pada pertemuan tingkat Kepala Negara ASEAN (ASEAN Summit) ke-4 di Singapura pada tahun 1992, para kepala negara mengumumkan pembentukan suatu kawasan perdagangan bebas di ASEAN (AFTA) dalam jangka waktu 15 tahun.
2. Tujuan dari AFTA
-
menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
-
menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
-
meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (intra-ASEAN Trade).
3.
Manfaat dan Tantangan AFTA bagi Indonesia
Manfaat :
-
Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia, dengan penduduk sebesar ± 500 juta dan tingkat pendapatan masyarakat yang beragam;
-
Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi pengusaha/produsen Indonesia yang sebelumnya membutuhkan barang modal dan bahan baku/penolong dari negara anggota ASEAN lainnya dan termasuk biaya pemasaran;
-
Pilihan konsumen atas jenis/ragam produk yang tersedia di pasar domestik semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu;
-
Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.
Tantangan
:
-
Pengusaha/produsen Indonesia dituntut terus menerus dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan bisnis secara profesional guna dapat memenangkan kompetisi dari produk yang berasal dari negara anggota ASEAN lainnya baik dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun pasar negara anggota ASEAN lainnya.
4.
Jangka Waktu Realisasi AFTA
-
KTT ASEAN ke-9 tanggal 7-8 Oktober 2003 di Bali, dimana enam negara anggota ASEAN Original Signatories of CEPT AFTA yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura dan Thailand, sepakat untuk mencapai target bea masuk dengan tingkat tarif 0% minimal 60% dari Inclusion List (IL) tahun 2003; bea masuk dengan tingkat tarif 0% minimal 80% dari Inclusion List (IL) tahun 2007; dan pada tahun 2010 seluruh tarif bea masuk dengan tingkat tarif 0% harus sudah 100% untuk anggota ASEAN yang baru, tarif 0% tahun 2006 untuk Vietnam, tahun 2008 untuk Laos dan Myanmar dan tahun 2010 untuk Cambodja.
-
Tahun 2000 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 85% dari seluruh jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL).
-
Tahun 2001 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 90% dari seluruh jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL).
-
Tahun 2002 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 100% dari seluruh jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL), dengan fleksibilitas.
-
Tahun 2003 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 100% dari seluruh jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL), tanpa fleksibilitas.
-
-
Untuk ASEAN-4 (Vietnam, Laos, Myanmar dan Cambodja) realisasi AFTA dilakukan berbeda yaitu :
-
Vietnam tahun 2006 (masuk ASEAN tanggal 28 Juli 1995).
-
Laos dan Myanmar tahun 2008 (masuk ASEAN tanggal 23 Juli 1997).
-
Cambodja tahun 2010 (masuk ASEAN tanggal 30 April 1999).
5. Kriteria Suatu Produk Untuk Menikmati Konsesi CEPT
-
Produk terdapat dalam Inclusion List (IL) baik di Negara tujuan maupun di negara asal, dengan prinsip timbale balik (reciprosity). Artinya suatu produk dapat menikmati preferensi tarif di negara tujuan ekspor (yang tentunya di negara tujuan ekspor produk tersebut sudah ada dalam IL), maka produk yang sama juga harus terdapat dalam IL dari negara asal.
-
Memenuhi ketentuan asal barang (Rules of Origin), yaitu cumulative ASEAN Content lebih besar atau sama dengan 40%.
-
Perhitungan ASEAN Content adalah sebagai berikut :
Value of Undetermined Origin Materials, Parts of Produce+Value of Imported Non-ASEAN Material, Parts of ProduceX 100%<60%FOB Price
-
Produk harus disertai Certificate of Origin Form D, yang dapat diperoleh pada Kantor Dinas atau Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan di seluruh Indonesia.
6. Beberapa istilah dalam CEPT-AFTA
-
Fleksibilitas adalah suatu keadaan dimana ke-6 negara anggota ASEAN apabila belum siap untuk menurunkan tingkat tarif produk menjadi 0-5% pada 1 Januari 2002, dapat diturunkan pada 1 Januari 2003. Sejak saat itu tingkat tarif bea masuk dalam AFTA sebesar maksimal 5%.
-
CEPT Produk List
Inclusion List (IL) : daftar yang memuat cakupan produk yang harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
Produk tersebut harus disertai Tarif Reduction Schedule. Tidak boleh ada Quantitave Restrictions (QRs). Non-Tarif Barriers (NTBs) lainnya harus dihapuskan dalam waktu 5 tahun.
Temporary Exclusion (TEL) : daftar yang memuat cakupan produk yang sementara dibebaskan dari kewajiban penurunan tarif, penghapusan QRs dan NTBs lainnya serta secara bertahap harus dimasukkan ke dalam IL.
Sensitive List (SL) : daftar yang memuat cakupan produk yang diklasifikasikan sebagai Unprocessed Agricultural Products. Contohnya beras, gula, produk daging, gandum, bawang putih, dan cengkeh, serta produk tersebut juga harus dimasukkan ke dalam CEPT Scheme tetapi dengan jangka waktu yang lebih lama. Contohnya Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand harus telah memasukkan produk yang ada dalam SL ke dalam IL pada tahun 2010, Vietnam pada tahun 2013, Laos dan Myanmar pada tahun 2015, serta Kamboja pada tahun 2017.
General Exception (GE) List : daftar yang memuat cakupan produk yang secara permanen tidak perlu untuk dimasukkan ke dalam CEPT Scheme dengan alas an keamanan nasional, keselamatan/kesehatan umat manusia, binatang dan tumbuhan, serta pelestarian objek arkeologi, dan sebagainya (Article 9b of CEPT Agreement). Contohnya antara lain senjata, amunisi, da narkotika. Produk Indonesia dalam GE List hingga saat ini sebanyak 96 pos tarif.
7. Beberapa Protocol/Article yang dapat dipakai untuk mengamankan produk
Indonesia
Protocol Regarding the Implementation of the CEPT Scheme Temporary Exclusion ListDapat digunakan sebagai acuan untuk menarik kembali produk industri yang telah dimasukkan ke dalam IL terakhir tahun 2000 atau Last Tranche. Konsekuensi penarikan kembali suatu produk dari IL harus disertai dengan kompensasi. Article 6 (1) dari CEPT AgreementDapat digunakan sebagai acuan untuk menarik kembali produk yang telah dimaukkan ke dalam Skema CEPT-AFTA, karena adanya lonjakan impor dari negara anggota ASEAN lainnya yang menyebabkan atau mengancam kerugian yang serius terhadap industri dalam negeri. Protocol on Special Arrangement for Sensitive and Highly Sensitive Products.Dapat digunakan sebagai acuan untuk memasukkan produk yang diklasifikasikan ke dalam Highly Sensitive (seperti beras dan gula bagi Indonesia).
8.
Jadwal Penurunan dan atau Penghapusan Tarif Bea Masuk
a. Inclusion List
Negara
Anggota AFTA
|
Jadwal
Penurunan/Penghapusan
|
ASEAN -6
|
|
Vietnam
|
|
Laos dan Myanmar
|
|
Kamboja
|
|
b. Non Inclusion list
Dari penjelasan diatas berarti para pelaku UKM harus mempersiapkan diri dan mempunyai ciri khas produk agar membanjirnya pasar luar negeri dapat dibendung.
TEL harus dipindah ke IL GEL dapat dipertahankan apabila konsisten dengan artikel 9 CEPT Agreement, yaitu untuk melindungi : Keamanan Nasional Moral Kehidupan Manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan dan kesehatan Benda-benda seni, bersejarah dan purbakala
Apalagi ditahun 2015 AFTA akan diberlakukan secara resmi dan itu menandakan bahwa para pelaku UKM haruslah mau tak mau akan berhadapan dengan produk-produk sejenis dengan pesaing yang ketat dari negara-negara Asean.
Pelaku UKM harus dan harus bekerja extra keras agar pangsa pasar bisa direbut dan dikuasai sampai di beberapa negara dan itu akan menaikkan daya saing bagi pasar internasional.
Bahwa pelaku UKM kita tumbuh secara signifikan memang benar namun kita harus terus berkreatif dan inovatif agar daya dobrak produk UKM kita dapat bertahan.
Langganan:
Komentar (Atom)


